Jumat, 22 Mei 2009

KEBUDAYAAN DAN AGAMA

KEBUDAYAAN DAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Setiap negara pasti mempunyai kebudayaan masing-masing yang tidak semua kebudayaan itu sama antara negara yang satu dengan negara yang lainnya, karena kebudayaan itu adalah merupakan sebuah hasil ciptaan manusia sesuai dengan lingkungan yang telah mempengaruhinya. Kebudayaan itu tidak selamanya tetap namun terus berkembang sesuai dengan zaman dan dapat mempengaruhi wilayah (negara) yang lain.

Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu budhayah yang berarti “akal atau pikiran”. Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan nasional dan budaya mengatakan bahwa budaya sebagai “daya dari budi“ atau “buah budi“ manusia dalam kehidupan bermasyarakat. 1

Kebudayaan menurut Koentjaraningrat bahwa “seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan cara belajar”

Kebudayaan menurut E.B Taylor seorang Antropologi dari Inggris mengemukakan bahwa kebudayaan adalah kompleks keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan dan lain-lain.

Kebudayaan menurut Dr. Hendry S. Lucas dalam bukunya “A Short History of Civilazation“ mengatakan bahwa kebudayaan adalah suatu cara umum bagaimana manusia hidup berfikir dan bertindak. Kebudayaan meliputi : Suatu penyesuaian umum terhadap kebutuhan-kebutuhan ekonomi atau kepada lingkungan geografis. 2. organisasi yang lazim dibentuk untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial dipolitik yang ada dalam kehidupan dan 3. lembaga yang umum dalam fikiran dan usaha-usaha pencapaiannya. Semua itu meliputi : seni, sastra, ilmu pengetahuan, penemuan-penemuan, filsafat, dan agama.2

Dari semua beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas, sudah sangat jelas bahwa pada hakekatnya pengertian kebudayaan itu adalah semua hasil ciptaan manusia yang berlangsung dalam kehidupan. Kebudayaan menampakkan diri dalam pola kepribadian dan tingkah laku manusia dalam berintraksi dengan sesamanya. Dari sedikit catatan tentang batasan kebudayaan menurut Dr. Hendry S. Lucas, yang memandang pendigion (agama) termasuk dalam kebudayaan. Jika diakui bahwa kebudayaan adalah semua ciptaan manusia (Human Creation) barangkali timbul pertanyaan, apakah agama ciptaan manusia? Umat beragama percaya bahwa agama diturunakan, diwahyukan oleh tuhan melalui Nabi/Rasul untuk umat manusia. Karena agama itu bukan ciptaan manusia sebab agama bersumber dari Maha Pencipta, Tuhan sendiri. Agama yang sifatnya universal itu melampai alam pikiran yang rasional, agama sebagai wujud kepercayaan yang bersifat supernatural dan superrasional, kebudayaan tersebut dalam pengertian umum. Tetapi tiap-tiap bangsa mempunyai kebudayaan sendiri yang sesuai dengan kondisi lingkungan alamnya, berdasarkan sosiologis dan sosiopsikologis bangsa itu.

Menurut Jalaluddin Rakhmat seorang psikologi agama mengatakan bahwa agama adalah kenyataan terdekat dan sekaligus misteri terjauh. Begitu dekat : ia senantiasa hadir dalam kehidupan kita sehari-hari dirumah, kantor, media, pasar, dan di mana saja. Begitu misterius : ia nampak wajah-wajah yang sering tampak berlawanan – memotivasi kekerasan tanpa belas atau pengabdian tanpa batas. Mengilhami pencarian ilmu tertinggi atau menyuburkan takhayul dan superstisi menciptakan gerakan massa paling kolosal atau menyingkap misteri rohani paling personal memekikkan perang keji atau menebarkan kedamaian paling hakiki. Kalau kita membahas mengenai agama di Indonesia banyak sekali yang telah diakui oleh pemerintah karena di negara Indonesia itu boleh memeluk agama apa saja dengan catatan agama yang dipeluk tersebut hanya mempunyai satu Tuhan.

Menurut Zainal Arifin Abbas bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke – 7 H (tahun 684 M) pada tahun ini datang seorang pemimpin Arab ke Tiongkok dan yang sudah mempunyai pengikut dari sumatra utara, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa agama Islam itu masuk ke Indonesia melalui seorang kafilah-kafilah Arab yang berdagang di sumatra utara. Jadi agama Islam itu masuk pertama kali ke Indonesia di sumatra utara melalui kafilah-kafilah Arab dan pemimpin Arab.

Proses islamisasi dan saluran-salurannya di Indonesia meliputi perdagangan, perkawinan, ajaran-ajaran tasawuf, cabang-cabang seni dan aspek-aspek budaya lainnya. Pedagang-pedagang yang menjadi pembawa dan penyebar agama Islam ke Indonesia berdagang sambil berdakwah, sehingga banyak mempengaruhi peradaban budaya di Indonesia. Masuknya pengaruh kebudayaan agama Islam terhadap kebudayaan nasioanal meliputi : bahasa dan nama, adat, istiadat, dan kesenian.

1. Pengaruh bahasa dan nama

Bahasa Indonesia banyak dipengaruh oleh peradaban Islam yang berasal dari bahasa arab karena sering dipergunakan pada pembicaraan umum, surat kabar, dan lain sebagainya, seolah-olah bahasa tersebut telah menjadi bahasa indonesia seperti kata “musyawarah” yang berasal dari bahasa Arab dari kata “musyawarah” dan juga kata “ihklas” yang berasal dari kata “ikhlas” serta banyak kata-kata lainnya yang telah menyerap bahasa arab.

2. Pengaruh adat istiadat

Adat istiadat bangsa Indonesia yang dipengaruhi oleh peradaban Islam adalah memanggil salam (Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh) saat ingin berpidato atau bertemu dengan orang lain.

3. Pengaruh kesenian

Pengaruh kesenian ini sangat menunjul sekali terhadap peradaban Indonesia seperti lagu-lagu qasidah. Dimana dalam syair-syairnya bernafaskan ajaran-ajaran agama Islam.



1 Tim Antropologi, Antropologi Kelas III SMU, Jakarta, Yudhistira, 2001. Hal. 152

2 Mohammad Noor Syam, Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pancasila, Surabaya, Usaha Nasional, 1986. Hal. 63

Tidak ada komentar:

Posting Komentar